Self-Journaling: Nonton Konser Muse Pertama Kali

Kebayang enggak? Lu punya sahabat satu kelas yang dari dulu suka denger Muse di MP3, lalu berkonflik dan enggak sama sekali komunikasi karena memutuskan untuk enggak mau saling kenal. Kemudian beberapa tahun kemudian Allah masih mempersilakan kami untuk kembali bersilaturahmi, dan KAMI NONTON MUSE!

Muse buat kami begitu berarti. Buat dia, Muse adalah ruang dia bertumbuh, sama halnya aku dengan Linkin Park. Buatku, Muse menjadi band kedua favoritku. Lagu Muse yang mendengung di telingaku untuk pertama kalinya adalah Starlight, Supermassive Blackhole, dan Hysteria di masa SMA. Saat sahabatku datang di tahun kedua, dia begitu maniak hingga menumpahkan banyak playlist Muse ke dalam telingaku!

Sebelum kami datang ke panggung, kami begitu girang saat berita Muse akan tampil di Jakarta. Kami putuskan dengan teguh menabung untuk bisa membeli tiket terdepan dan akhirnya terwujud! Can't you guys imagine how excited we were!? 

Kami berdua berangkat dari St. Bekasi dengan mobilnya. Di mobilnya, kami warming-up terlebih dulu dengan lagu-lagu Muse di mobil yang diacak secara random. Muncul beberapa lagu yang selama ini aku kenal familiar saat mendengarkannya di SMA dulu, "I'm freeeeeezing, I'm looosin' my waaay..." YAK! Map of Your Head adalah salah satu lagu yang sudah lama sekali aku tidak dengar. Karena jauh sebelum Muse akan manggung, aku terlalu sibuk mendengarkan lagu-lagu yang bakal jadi playlist-on-stage!

Sesampainya di Ancol, kami menaiki Shuffle Bus dan tiba di area. Kami begitu bersemangat dan berfoto-foto. Sepengalamanku nonton Linkin Park, aku menyarankan kami untuk makan karbo terlebih dulu karena di panggung, kami akan menggila!
Tenant yang tersedia sudah pasti bukan harga wajar bagi para pengunjung. Bahkan tidak ada diskon Jumat Berkah! HAHA!! Tapi kami sudah mempersiapkan hal itu. Bahkan aku sempat membeli kaos Muse di depan gerbang. Menyalaa kantongkuuu~

Saatnya mulai! Tapi sebelum itu, lagu propaganda dulu yang disetel. Ah, the classic anthem. "Bahkan di momen hiburan seperti ini saja, nasionalisme selalu jadi momok di manapun berada"

Lalu kembali senyap sambil menanti acara utama dimulai...


Hati kami mulai berdegub kencang. Udarakasa arena konser sudah berubah. Semua suara teriak histeris. Tangan memegang seluler pinter dengan mata kamera yang menyorot panggung itu.


Lalu, muncullah... Unravelling!

Itulah jerita hati kami. Menyanyikan lagu pertama dengan semangat. Hingga ke beberapa lagu setelahnya, kami masih sangat bersemangat. Hingga aku tidak menyangka bahwa mereka membawakan Unintended!


Lagu yang sendu. Yang menggambarkan masa pertengkaran kami selama 4 tahun itu, dibawakan oleh Muse. Sungguh gila! THIS IS CRAZY AWESOME!



Lalu akhirnya mereka menutup dengan Starlight. Lagu yang ditutup dengan ledakan kembang api yang begitu indah.


Jujurly speaking, konser ini sangat menyembuhkan seperti halnya konser Linkin Park Februari 2025 lalu.

Di akhir konser, kami bertemu Fakih! Sudah lama sekali tidak bertemu dia. Dia adalah kawan lama di Fakta Bahasa Jakarta Timur.  Kami sudah kenal cukup lama. Kehadiran Fakih membawa keberuntungan! Dia bersedia mengantarkan kami ke parkir di mana mobil Bintang berada dan jaraknya begitu menyiksa. We're so fucking lucky after being exhausted seeing concert.




What a day! I love my life. I try my best to work for these special moments I will make. Thank you Muse!!



Comments

Popular posts from this blog

Modul Ajar Bahasa Inggris 2024 - Descriptive Text Kelas Fase E (Kelas X)