Ini Tugas Kamu atau Tugasnya ChatGPT?
Saya tidak tahu berapa kali lagi tulisan dengan tema seperti ini akan naik. Alih-alih kritik, tulisan model seperti ini pada akhirnya bergeser menjadi coping mechanism saja. Rasanya valid kok untuk seorang guru mengeluh di setiap zamannya. Mungkin saat saya masih menjadi anak sekolahan, saya sering dicap sebagai anak yang pemalas, pecandu game, dan lain sebagainya. Semua itu valid dirasakan. Namun bagaimana pun juga, sudah menjadi tugas seorang guru untuk tetap menyuarakan keresahannya, bukan? Apa aja sih keresahan saya belakangan ini? AI! Yak! Sebagaimana saya sebagai penguji sidang Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang hampir sebagian besar menemukan hasil laporan yang tidak original. Mereka menggunakan AI untuk mengerjakan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Saya ulangi dengan bahasa lain: “Mereka mengganti otak mereka dengan mesin”. Hampir setiap tugas-tugas yang diberikan dengan tujuan untuk mempertajam critical thinking mereka, diselesaikan dengan mesin bernama ChatGPT a...