Apakah Kamu Mengidap Self-Entitlement?
Self-entitled adalah istilah untuk orang yang merasa berhak mendapatkan hal yang spesial.
Menganggap dirinya layak dihormati, disegani, diberi, dilayani atau disenangkan karena merasa dirinya sudah melakukan yang mereka pikir baik.
Orang-orang yang mengidap self-entitlement merasa dirinya berharga sampai lupa untuk menghargai.
Dampaknya? Bisa meracuni kesehatan mental yang berpengaruh terhadap pekerjaan, pertemanan, pernikahan, dll.
Menganggap dirinya selalu benar, enggan untuk meminta maaf, dan merasa superior dari yang lain belakangan menjadi gejala baru yang dirasa sangat memuakkan untuk muncul di tengah-tengah hubungan yang baik.
Orang-orang ini berpikir bahwa introspeksi diri adalah bukan untuk mereka.
Sense of self-entitlement tidak selalu berarti jelek sebenarnya, hanya saja butuh kadar yang proporsional.
Ketika ini terlalu besar, maka di situ akan sangat terasa dampaknya. Kita jadi lebih sering kecewa, marah dan frustrasi karena keadaan sering tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Inilah yang akan memberikan efek merusak nantinya.
Orang yang memiliki sifat self-entitled biasanya sulit memelihara hubungan. Oleh karena ini, jika tidak segera sadar dan memperbaiki, maka kebiasaan ini akan menjamur hingga ke keturunan kelak. Bahkan faktor sikap ini muncul bisa jadi karena didikan dari keluarga yang kurang bisa memerhatikan kesehatan mental anak-anaknya. Sehingga, pada saat dewasa mereka sendiri bahkan tidak sadar bahwa mereka telah mengidap penyakit ini.
Orang yang memiliki sifat self-entitled biasanya sulit memelihara hubungan. Oleh karena ini, jika tidak segera sadar dan memperbaiki, maka kebiasaan ini akan menjamur hingga ke keturunan kelak. Bahkan faktor sikap ini muncul bisa jadi karena didikan dari keluarga yang kurang bisa memerhatikan kesehatan mental anak-anaknya. Sehingga, pada saat dewasa mereka sendiri bahkan tidak sadar bahwa mereka telah mengidap penyakit ini.
Sastra Noor

Comments
Post a Comment