Materi "Wawasan dan Isu Kontemporer" dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris
PART I - INTRO
A. Intro
Halo, selamat datang di topik yang menyegarkan dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Ya, kamu tidak salah! Wawasan dan Isu Kontemporer dalam mata pelajaran Bahasa Inggris bukan hanya mengasah kemampuan kebahasaan (language skill), tapi juga melatih kemampuan berpikir kritis (critical thinking) kamu terhadap dunia luar.
Lalu apa aja sih manfaatnya?
B. Functions
Dalam hal ini, kamu dituntut untuk meningkatkan kemampuan literasi digital lewat Reading Comprehension. Dalam membaca, kepala kamu tidak hanya sedang menginstal kosakata baru, tapi juga sedang distimulasi agar otak tetap aktif sambil meningkatkan daya ingat dan daya fungsi kognitif.
Tentu saja, saat kamu mengasah literasi digital, di saat yang sama kamu sedang mempertahankan fokus dan konsentrasi. Jika kamu merasa kesulitan fokus dan konsentrasi, besar kemungkinan otak kamu sudah terbiasa mengonsumsi video-video pendek seperti di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, dan sebagainya. Dan itu sangat berbahaya!
Selain itu, meningkatkan literasi digital juga meningkatkan empatimu. Misal, membaca cerita atau pengalaman orang lain sehingga kita dapat memahami sudut pandang yang berbeda. Kita dapat mengakses dunia pengetahuan yang jauh lebih luas dari yang pernah kita bayangkan. Kita dapat terhubung dengan berita-berita terkini. Dan itu membuat diri kita menjadi individu yang cemerlang.
Wawasan dan isu-isu kontemporer yang dibahas melalui mata pelajaran Bahasa Inggris biasanya berbau internasional. Seperti apa saja?
C. Focus
Pembahasan Wawasan dan Isu Kontemporer biasanya membahas masalah-masalah atau isu yang terjadi sekarang dan bagaimana itu bisa mempengaruhi banyak orang baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Misal, kita bisa memicu pertanyaan dalam Bahasa Inggris seperti:
1. What is the issue? (Apa masalahnya?)
2. Who is affected? (Siapa yang terpengaruh?)
3. Where does it happen? (Di mana terjadinya?)
Sehingga kalau sudah dapat pertanyaan pemicunya, kita bisa dengan leluasa menjelajah topik-topik yang aktual dan relevan. Kamu bisa memikirkan satu isu lalu dibalut dengan ketiga pertanyaan pemicu di atas.
Misal, topik yang kamu pilih adalah MBG atau Makan Siang Gratis. Nah, apa isunya? MBG. Siapa yang terpengaruh? Peserta didik dan pendidik. Di mana terjadinya? Di hampir seluruh sekolah dalam negeri. Kalau sudah begini, kamu bisa menciptakan satu isu:
"Students and teachers get MBG at almost every school in Indonesia"
Gampang kan? Nah, untuk membantu kamu menghasilkan ide topik-topik dari isu kontemporer seperti di atas kamu bisa melihat daftar topik berikut:
1. Climate Change
2. Technology in Daily Life
3. AI
4. Smartphone
5. Internet
6. Social Media
7. Mental Health
8. Poverty
9. Education System
10. Bullying
11. Indonesia Joins Board of Peace
12. Palm Oil Business
13. Lifestyle
14. Popular culture
15. Transportation
PART II - OPINION VS FACT
1. Opinion VS Fact
Opini adalah buah pikiran yang didasari oleh sudut pandang seseorang. Sifatnya subjektif, yakni dipengaruhi oleh pengalaman, perasaan atau latar belakang lainnya. Opini tidak terikat pada benar atau salah. Opini bisa diperdebatkan karena tidak semua orang setuju. Dalam Bahasa Inggris, biasanya sebuah opini diawali dengan:
- I think...
- In my opinion, ...
- According to ...,
Sedangkan fakta adalah fakta. Kebenarannya dapat dibuktikan melalui data-data faktual lewat serangkaian observasi. Sifatnya objektif. Bahasanya mutlak atau pasti dan berlaku bagi semua orang. Dalam Bahasa Inggris, biasanya sebuah fakta langsung menunjukkan kejadiannya lewat simple present tense:
- The sun rises in the east
- Indonesia has more than 17,000 islands.
- Rainy seasons start in the beginning of January
Kalau kamu sudah bisa membedakan mana fakta mana opini, kamu tidak akan terjebak dalam berita palsu, hoaks, atau propaganda. Nah, mari kita coba bedakan mana opini dan fakta di sini
Opinion VS Fact on English Corner
2. Challenge
Write 10 topics around the news and social media and find the relevant opinions and the facts! (Cari 10 topik sekitar berita dan media sosial lalu temukan opini dan fakta yang terkait.
Contoh:
1. Topic: What Triggered The Viral SEAblings VS Knetz Online Battle?
Source: What Triggered the Viral SEAblings vs. Knetz Online Battle? - Life & Style En.tempo.co
PART III - REFLECTIVE WRITING
1. Reflective Writing
Untuk para pembelajar Bahasa Inggris yang masih di level basic, tentu akan kesulitan sekali merangkai kata demi kata di dalam reflective writing, tapi ada salah satu metode terbaik dalam belajar menulis dari gagasan sendiri, bukan menyuruh-nyuruh AI, yakni menggunakan template. Yang paling sederhana adalah kamu selalu mulai dengan subjek-verba-objek. Kita bagi menjadi 3 level ya:
LEVEL 1: SUBJECT ⇾ VERB ⇾ OBJECT
Contoh:
- I read news (aku membaca berita)
- I find a good topic (aku menemukan topik yang bagus)
- I like the news (aku menyukai beritanya)
LEVEL 2: SUBJECT ⇾ VERB + VERB ⇾ ADJECTIVE + OBJECT
- I want to see an interesting picture (aku ingin melihat gambar yang menarik)
- I try to understand this international news (aku mencoba untuk memahami berita internasional ini)
- The article creates and explains the actual event (artikelnya menciptakan dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya)
- I need to analyze the detailed article in the library (aku perlu menganalisa detail artikelnya di perpustakaan)
- I like to summarize the recent news at school during class (Aku suka meringkas berita terbaru di sekolah selama kelas berlangsung)
- I start to review this controversial news at home in the evening (Aku mulai mengulas berita kontroversial ini di rumah saat malam)
- Climate Change: Perubahan cuaca
- Technology in Daily Life: Teknologi di kehidupan ehari-hari
- AI: Kecerdasan Artifisial
- Smartphone: Seluler pintar
- Language: Bahasa
- Comprehension: Pemahaman
- Mental Health: Kesehatan mental
- Poverty: Kemiskinan
- Education System: Sistem pendidikan
- Bullying: Perundungan
- Indonesia Joins Board of Peace: Indonesia bergabung Board of Peace
- Palm Oil Business: Bisnis minyak sawit
- Lifestyle: Gaya hidup
- Popular culture: Budaya populer
- Transportation: Transportasi
- Peace: Kedamaian
- Former President: Mantan president
- Regime: Rezim
- Possibility: Kemungkinan
- Experience: Pengalaman
- Isu: Issue
- Contemporary: Kontemporer
- Challenge: Tantangan
- Coping mechanism: Mekanisme pertahanan
- resilience: Resiliensi / Ketangguhan
- Greenhouse effect: Efek rumah kaca
- Deforestation: Penggundulan hutan
- Carbon footprint: Jejak karbon
- Clickbait: Umpan klik
- Misinformation: Misinformasi
- Source: Sumber
- Bias: Prasangka
- Tolerance: Toleransi
- Heritage: Warisan
- Stereotype: Stereotipe
- Prejudice: Prasangka
- Perspective: Perspektif
- Worksheet: Lembar kerja
- Innovation: Inovasi
- Automation: Automasi
- Believe: Percaya
- Need: Perlu/butuh
- Find: Menemukan
- Analyze: Menganalisa
- Summarize: Meringkas
- Review: Mengulas
- Trigger: Memicu
- Have/Has: Memiliki
- Consume: Mengonsumsi
- Keep: Mempertahankan / Menjaga
- Change: Mengubah
- Get accustomed: Terbiasa
- Affect: Mempengaruhi
- Explain: Menjelaskan
- Describe: Mendeskripsikan
- Generate: Menghasilkan
- Discuss: Mendiskusikan
- Verify: Memverifikasi
- Validate: Memvalidasi
- Take note: Mencatat
- Write: Menulis
- Assign: Menugaskan
- Describe: Mendeskripsikan
- Express: Mengekspresikan
- Ask: Meminta
- Depend (on): Bergantung (pada)
- Encourage: Memberanikan
- Grow: Menumbuhkan
- Interesting: Menarik
- Amazing: Luar biasa
- Informative: Informatif
- Entertaining: Menghibur
- Mindful: Sadar
- Overwhelmed: Kewalahan
- Empathized: Berempati
- Renewable: Terbarukan
- Sustainable: Berkelanjutan
- Reliable: Dapat dipercaya
- Global: Global / Sejagat
- Critical: Kritis
- Ethical: Etis
- Respectful: terhormat
- Courage: Keberanian
- Hard: Sulit
- Different: Berbeda
- Manipulative: Manipulatif








Comments
Post a Comment